Minggu, 11 Juli 2021

Siapa dia? Untuk apa aku dipilih?

Tiba-tiba aku berada di antara bagunan yang megah dan mewah, latar kejadian ini di luar negri dengan berbagai campuran budaya. Saat itu aku bersama dengan salah satu keluarga terpandang, aku bersama orang yang menjadi baik, ramah, menawan rupanya, dan serba berkecukupan. Saat itu aku menjadi kekasihnya dengan tiba-tiba.

Dulu, dia adalah orang yang egois, kaku, dan tidak ramah serta semena-mena. Ia memiliki asisten yang selalu bersamanya. Asistennya mengatur semua jadwal hingga kehidupan asmara sang tuannya. Dengan adanya aku, semua rencana asisten tsb gagal, dan tiap kali bertemu denganku, ia sangat marah.

Aku tidak tahu posisinya, aku harus bahagia atau menangis, karena secara finansial, rupa, dan pendidikanku juga sangat jauh dengannya.

Saat itu, ia akan menemui ibunya di luar pulau. Aku mengatakan bahwa aku ingin ikut bersamanya, tapi ia berkata bahwa ibunya ada di Sumatera. Tanpa mengatakan iya atau tidak, tiba-tiba dia menghilang meninggalkanku di sebuah masjid yang mewah dan megah, aku bertemu salah satu saudaranya, mereka adalah sepasang suami istri yang rupawan seperti berkebangsaan India campuran. Saat itu, mereka hendak sholat, sang istri tdk berhijab, namun ia tetap akan melaksanakan sholat menjadi makmum suaminya. Mereka sangat baik karena mau menyapaku, dan senyum mereka begitu ramah dan menenangkan. Masjid itu didatangi banyak orang dari berbagai suku di sana. Tapi karena luasnya masjid tsb, ia tetap terlihat lengang dan suasana di sana sangat damai. 

Setelah aku selesai memperhatikan mereka berdua, ponselku berdering, kekasihku menelpon video, aku angkat, dan ia sedang bermain jungkat jungkit di antara salju dan berpakaian tebal. Mungkinkah dia berangkat tanpa mengajakku? mungkin dia terburu-buru karena ia telah memesan tiket pesawat. 

Dan di sana aku mulai berpikir bahwa aku tidak pernah pantas untuknya. Aku hanya membawa hal yang tidak baik di keluarganya dan bukan yang sebenarnya mereka inginkan. Aku hanya sekedar alasan supaya keluarga dan asistennya tidak begitu banyak mencampuri urusan pribadinya.
Tapi setiap kukatakan bahwa ia hanya memanfaatkanku, raut wajahnya berubah, dan mengatakan bahwa aku tidak boleh mengatakan hal tersebut lagi.

Sesaat setelah itu, aku terbangun. Aku baru menyadarinya, bahwa aku barusan saja bermimpi. 

Selasa, 07 Oktober 2014

-- tersadar --

rasa yang indah..
bersama cahaya..
untuk mengalir bersama..
mereka pun tak kan rasa..
hanya dua insan mengetahuinya..

Minggu, 02 Desember 2012

Air ........ :D

Katanya, air adalah sumber kehidupan. Air juga adalah anugrah dari Allah untuk hamba – hambaNya di bumi agar mereka bersyukur. Dan dalam ayat – ayatNya Allah mengirimkan kabar gembira lewat hujan, dan kabar gembiranya itu sendiri adalah air.

75 % tubuh kita terdiri dari air. Subhanallah… sungguh sangat sempurna Allah menciptakan manusia hingga sedemikian rupa. Dan Indonesia  pun sangat kaya dengan air, subhanallah. Mari kita bersyukur bersama. Namun setiap manusia tidak bernasib sama, takdir setiap orang pun berbeda juga bukan? Begitu pula nasib tiap – tiap negara. Di salah satu negara, atau mungkin di beberapa negara lain, mungkin ada yang tidak dapat

jika

jika aku ada karena dia

jika aku hanya khayal yang menjelma

jika aku adalah orang gila

maka anggaplah aku orang saja

dan jika suatu hari ku tak ada

tolong jangan pertanyakan mengapa


...sekilas kiasan...

bagai bahtera di tengah bahari...

jemu dengan binalmu...

domisili yang mrmbuatku jera...

semua yang bertuah laksana lancung di rimba kentara...

lengang tanpa lentera...

lumur yang terbuang di lungkang...

morilku nestapa musabab mustikamu...

Bukan Pujangga

Mungkin aku bukan pujangga

yang pandai merangkai kata

ku kan slalu kirimkan bunga

untuk ungkapkan hatiku



Mungkin aku tak kan pernah

memberi intan permata

Mungkin aku

Galagasi - Nafas Cinta

jiwaku, ragaku, nafasku, hidupku..
tlah ku berikan untukmu..
sekedar ingin miliki hatimu..

semua salahku segala ulahku..
pudarkan cinta yang telah terbina..
dan kau pergi tinggalkan ku sendiri..

maafkan diriku, datanglah padaku..